Connect with us

KIDS ZONE

5 Tips Menghadapi Kritisi Anak

Namun orang tua bertanggung jawab menyampaikan mana yang benar dan mana yang salah, prihal kritisi anak.

Published

on

5 Tips Menghadapi Kritisi Anak
Ilustrasi Kritisi Anak Pada Orang tua. FOTO : family.org

JulieteMagz.com – Kritik anak-anak saat ini ternyata membuat para orang tua ketakutan dan juga tidak tahu bagaimana harus menjawab semua kritik yang dikeluarkan dari mulut si anak. Umumnya para orang tua malah memarahi atau menganggap semua kritisi anak sebagai angin lalu.

Mengutarakan sesuatu hal yang terkadang tidak sesuai dengan apa yang dia lihat, menjadi salah satu contohnya. Namun orang tua bertanggung jawab menyampaikan mana yang benar dan mana yang salah. Penjelasan yang orang tua sampaikan kepada si anak nantinya akan membuat si anak lebih berpikir dengan apa yang ingin disampaikan.

“Takutnya jika anak tidak mengetahui batasan dan sering melontarkan kata-kata yang dapat menyakiti atau bahkan menyinggung perasaan orang lain, tentunya ia dapat dijauhi atau malah dibenci orang lain,” jelas Fabiola P Setiawan, MPsi.

Mengembangkan daya kritis anak, hendaknya orang tua sering mengajaknya berbicara atau meluangkan waktu untuk sekedar tahu aktifitas si anak. Dengan memberikan stimulus-stimulus yang mampu merangsang anak untuk menanyakan hal-hal yang belum diketahui oleh anak, serta mengajak anak untuk mencari jawaban dari pertanyaannya.

Menurut Fabiola, Orang tua dapat merangsang anak untuk kritis, misalnya membebaskan anak untuk bertanya, melatih anak untuk memecahkan masalah dan memberikan kesempatan untuk menemukan sesuatu yang baru. Pengarahan dapat diberikan untuk membantu anak menemukan jawaban dari pertanyaan yang diajukannya.

“Pembatasan dapat dilakukan apabila pertanyaan atau sikap kritis yang ditunjukkan anak semata-mata hanya untuk mencari perhatian atau mempertahankan kebiasaan salah pada anak sehingga hanya menjadi perdebat yang tidak baik,” tutup Febiol.

Berikut beberapa tips bagi para orang tua untuk mengatasi anak yang sering mengkritisi segala hal :

1. Tentunya perlu memiliki kesabaran, kesiapan, dan ketulusan agar anak senantiasa merasa diterima dan dihargai.

2. Berikan tanggapan yang tepat. Jika apa yang dikritik anak merupakan hal yang benar, maka jangan malu atau gengsi untuk mengakui dan menerimanya. Mintalah maaf atas kesalahan atau kekurangan yang dilakukan dan ucapkan terimakasih atas masukan yang diberikannya. Jika ada yang harus diubah, maka lakukan bersama-sama. Dengan demikian, anak akan belajar untuk mendengarkan masukan dari orang lain dan bersedia berubah menjadi lebih baik.

3. Tanyakan alasan atau latar belakang kenapa anak mengajukan pendapat, protes, juga kritik. Jika anak sudah dapat diajak berdiskusi, ajak ia untuk mendiskusikannya. Dengan demikian, anak dapat semakin mengasah logika atau kemampuan berfikirnya dan tidak berkomentar atau mengkritik tanpa alasan.

4. Ajak anak menganalisa sebab akibat dari peristiwa yang ia kritisi, dapat pula dengan memberikan pertanyaan yang merangsang anak untuk menemukan jawaban atau solusi.

5. Dan yang paling penting, berikan contoh langsung kepada anak tentang cara mengemukakan pendapat maupun kritik dengan cara yang santun dan tepat. Seperti pilihan waktu, pilihan kata, intonasi suara, gerak tubuh, dll. Orangtua dapat mencontohkannya langsung bersama anak, ketika interaksi sehari-hari dengan orang lain, maupun juga melalui media permainan (dengan boneka, buku cerita, drama, dll.). AS

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

15 + 18 =

Trending

Copyright Juliete Magazine 2018. All Right Reserved