Connect with us

KIDS ZONE

Anak Malas Belajar, Komunikasi Menjadi Solusi Utama Bagi Orang Tua

Avatar

Published

on

Anak Malas Belajar, Komunikasi Menjadi Solusi Utama Bagi Orang Tua
Ilustrasi Anak dan Orang Tua. FOTO : parents.co

JulieteMagz.com – Sebagai orang tua tentunya sering melihat anak malas untuk belajar bukan, permasalahan malas belajar merupakan hal yang biasa terjadi pada anak. Disaat inilah pentingnya peran orang tua untuk memberikan penjelasan secara baik akan tanggung jawab yang tengah diemban oleh si anak.

Menurut Vera Itabiliana Hadiwidjojo, Psi. “Ketika anak malas untuk melakukan tanggung jawabnya, orang tua jangan ragu untuk melakukan komunikasi. Berikan juga pertanyaan, misal jika malas belajar apa akibatnya dan berikan solusi pada anak bila tidak mampu menjawabnya,” jelasnya.

Melakukan komunikasi yang baik dengan anak juga tidak hanya sebatas bertanya akan pelajaran maupun keseharian disekolah, namun juga harus menyelipkan pertanyaan seputar komunikasi yang mampu membuat si anak merasa nyaman untuk belajar.

Misalnya extra kulikuler apa yang ia ikuti disekolah, konon dengan begitu pikiran anak akan tugas sekolahnya tidak akan menjadi beban. “Memang cara belajar masing-masing anak berbeda-beda, namun dengan komunikasi yang baik antara orang tua dan anak diharapkan mampu membuat si anak lebih nyaman dalam mengerjakan tanggung jawabnya sebagai seorang pelajar,” terang Vera.

Pentingnya komunikasi yang dilakukan oleh orang tua dan anak ternyata akan memberikan dapak positif bagi anak. Bahkan salah satu penelitian telah membuktikan bahwa komunikasi dan peran orang tua yang terlibat dalam pendidikan anak cenderung memiliki anak yang lebih berprestasi disekolahnya, ketimbang orang tua yang tidak memikirkan pendidikan anak.

Ketika keinginan orang tua sudah dicapai oleh anak dalam hal prestasi, tidak ada salahnya orang tua sedikit memberikan penghargaan atau reward bagi anak. Memang pada dasarnya pemberian reward pada anak terbukti ampuh untuk memotivasi anak, namun yang diingat oleh para orang tua juga dituntut lebih selektif dalam pemberian reward untuk anak.

Bagi Vera, pemberian reward bagi anak tidak ada salahnya. “Bahkan terbilang baik tetapi ketika orang tua memberikan reward dengan sifat menekan agar si anak mampu atau bisa, itu salah. Reward di sini dimaksudkan agar si anak menjalani sesuatu dengan sungguh-sungguh, nyaman dan senang untuk melakukan sesuatu, sehingga ia dapat apa yang ia ingin tuju.”

Ditambahkan oleh Vera, selain itu bentuk pemberian reward juga harus melihat dan disesuaikan dengan umur dan kebutuhan si anak. “Reward jika berbentuk barang terbilang akan membentuk pola pikir anak agar selalu berhasil, karena ia tahu jika berhasil ia bisa mendapatkan barang yang ia inginkan. Hal tersebut dapat berdampak buruk pada anak, beda halnya dengan pemberian reward dalam bentuk pujian, selamat, pelukan, ataupun ciuman. Reward ini mungkin akan jauh membantu anak untuk mencapai keinginan yang ia harapkan dan bersifat untuk mempertahankan apa yang telah ia capai, tanpa meminta suatu penghargaan dari orang tua.” AS

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

14 + 1 =

Trending

Copyright Juliete Magazine 2018. All Right Reserved