Connect with us

WOMEN ZONE

Baby Blues Pasca Melahirkan Wajar Atau Tidak.??

Namun fase selama hamil hingga melahirkan, terbilang tidak mudah untuk dijalani. Karena dapat berdampak kepada depsresi.

Published

on

Baby Blues Pasca Melahirkan Wajar Atau Tidak.??
Ilustrasi Wanita Baby Blues. FOTO : slides

JulieteMagz.com – Bagi wanita yang baru saja hamil untuk pertama kalinya merupakan anuggrah yang tidak bisa dibandingkan dengan hal lain yang ada di dunia ini, Namun fase selama hamil hingga melahirkan, terbilang tidak mudah untuk dijalani. Karena dapat berdampak kepada depsresi pada sang ibu dan bahkan membuat sang buah hati terkena dampaknya.

Fase pra hamil hingga pasca melahirkan dapat membuat seorang wanita despresi berkepanjangan dan bila tidak ada tindakan serius akan berdampak buruk bagi sang ibu dan bahkan berakibat gangguan mental pada buah hati yang dilahirkan. Bagi dr. BRW. Indriasari, Sp. A, Msi, M. Kes.

Pada saat proses kehamilan dan telah memasuki minggu terakhir sebelum melahirkan, peran seorang ibu sangat dibutuhkan untuk perkembangan  dan kesehatan otak buah hati. “Jadi bila sang ibu mengalami despresi yang cukup berat selama fase kehamilan, akan mengakibatkan pada hormon stress yang tinggi, perubahan sikap dan bahkan akan membuat gejala despresi yang tidak biasa,” jelasnya.

Seperti contoh tidak mau makan, sulit tidur, sering marah dan lain-lain. Terlebih dampak berbahaya lain adalah pada sang buah hati nantinya. “Salah satunya despresi pada sang ibu akan memperbesar kelahiran secara prematur, dengan  begitu akan menganggu perkembangan dan kesehatan otak sang buah hati,” tambahnya.

Istilah lain dalam despresi pasca melahirkan sering kita dengar dengan bahasa “baby blues”, yang mana baby blues ini sering dialami oleh para wanita setelah beberapa hari melahirkan ataupun beberapa minggu setelah melahirkan buah hatinya.

Perubahan yang sering terjadi pada wanita yang baru saja memiliki buah hati ini, umumnya akan menyerang perasaan (mood) sang ibu yang berubah secara cepat. Misalnya sedih, cepat marah, khawatir yang terlalu, menangis tanpa sebab jelas dan lain-lain.

“Banyak penyebab dan faktor yang mempengaruhi tingkat depresi seorang wanita. Contohnya perubahan hormon dan perubahan fisik saat hamil, setelah hamil dan kehawatiran atau kecemasan pada keluarga bisa menjadi penyebab terpenting timbulnya depresi,” jelasnya.

Ditambahkan oleh dr. Indriasari, baby blues dapat diperkirakan 15 hingga 20 persen menyerang wanita. “Terlebih bagi seorang wanita yang baru melahirkan anak pertamanya, banyak sekali penyebab wanita menjadi depresi. Diantaranya belum siap untuk memiliki anak, belum siap dengan kehidupan yang akan dijalaninya, belum siap mengurus anak, memberikan ASI, hal ini tentunnya akan membuat perubahan emosional si wanita tersebut. Biasanya perubahan tersebut setelah beberapa minggu pasca melahirkan,” terang dr. Indriasari. AS

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

five + 3 =

Trending

Copyright Juliete Magazine 2018. All Right Reserved