Connect with us

WOMEN ZONE

Dampak Negatif “Baby Blues” Bagi Anda dan Buah Hati

Banyak penyebab dan faktor yang mempengaruhi tingkat depresi seorang wanita.

Published

on

Dampak Negatif "Baby Blues" Bagi Anda dan Buah Hati
Ilustrasi Wanita Terserang Baby Blues. FOTO : healthycom

JulieteMagz.com – Rasa mual dan tidak nyaman saat mengandung sang buah hati membuat kebanyakan wanita dapat mengalami despresi. Istilah lain dalam depresi pasca melahirkan sering kita dengar dengan bahasa “baby blues”, yang mana baby blues ini sering dialami oleh para wanita setelah beberapa hari melahirkan.

Perubahan yang sering terjadi pada wanita yang baru saja memiliki buah hati ini, umumnya akan menyerang perasaan (mood) sang ibu yang berubah secara cepat. Misalnya sedih, cepat marah, khawatir yang terlalu, menangis tanpa sebab jelas dan lain-lain.

Menurut dr. BRW. Indriasari, Sp. A, Msi, M. Kes.. “Banyak penyebab dan faktor yang mempengaruhi tingkat depresi seorang wanita. Contohnya perubahan hormon dan perubahan fisik saat hamil, setelah hamil dan kehawatiran atau kecemasan pada keluarga bisa menjadi penyebab terpenting timbulnya depresi,” jelasnya.

Banyak cara agar depresi tidak terjadi pada diri, mencoba mengenali perubahan dalam diri dan perhatian pasangan hingga orang terdekat mampu menjauhkan dari baby blues.

“Sebaiknya cepat lakukan tindakan yang cepat pada si ibu dan anak yang mengalami baby blues tersebut. Banyak cara untuk mengembalikan sikap seorang ibu yang sedang hamil ataupun pasca melahirkan, misalnya bercerita kepada dokter specialis dan psikiater yang mampu memberi solusi yang baik bagi diri dan juga buah hati,” ungkap dr. Indriasari.

Tidak dipungkiri depresi akan berdampak pada buah hati, semakin cepat memberikan penanganan pada sang buah hati yang terkena dampak baby blues tentunya akan baik bagi tumbuh kembang anak.

Berikut ini beberapa dampak negatif baby blues bagi wanita dan juga buah hati :

1.Masalah perilaku artinya temperamen yang mudah marah, agresif, dan hiperaktif.

2.Keterlambatan perkembangan kognitif. Perkembangan kognitif pada bayi maupun anak-anak dengan ibu yang depresi seringkali terhambat. Kemungkinan mereka belajar berjalan atau berbicara lebih lambat ketimbang anak-anak lain. Saat mereka telah bersekolah, biasanya banyak mengalami kesulitan belajar.

3.Masalah sosial. Anak-anak dengan ibu yang terkena baby blues memiliki kesulitan dalam membina hubungan akrab. Mereka kesulitan untuk bergaul di sekolah. Mereka bisa jadi juga menarik diri secara sosial, atau melakukan hal-hal secara destruktif.

4.Emosional. Penelitian menunjukkan bahwa anak-anak dan ibu yang terkena baby blues memiliki harga diri yang rendah, lebih merasa cemas dan takut, lebih pasif, dan kurang mandiri.

5.Anak mudah depresi, karena berasal dari ibu yang memiliki postpartum depression. AS

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

nineteen − three =

Trending

Copyright Juliete Magazine 2018. All Right Reserved