Hari dan Tanggal : Rabu, 17 Januari 2018
Kekurangan Air Ketuban Membahayakan Calon Buah Hati Anda?
10 Februari 2014 | dilihat: 19984 kali | komentar: 0

Kehamilan merupakan sesuatu yang selalu diharapkan pada sebuah pernikahan, namun menjaga kesehatan janin pada kehamilan tidak semudah membalikan telapak tangan .

Sedini mungkin calon orang tua harus mengkontrol perkembangan janin, karena saat proses kehamilan si janin sangat sensitive terhadap apapun. Salah satunya air ketuban, lalu bagaimana air ketuban yang dibutuhkan sang janin dapat berkurang? Pengalaman wanita saat masa kehamilan adalah sesuatu pengalaman yang sangat berharga. Proses kehamilan yang membutuhkan waktu kurang lebih Sembilan bulan dirahim sang ibu, membuat sang ibu harus memberikan asupan makan yang dibutuhkan untuk sang buah hati. “Asupan makan yang diberikan ibu itu melalui plasenta, plasenta sendiri adalah sebuah bagian didalam tubuh yang berfungsi member asupan makan kepada sang buah hati, atau biasa yang disebut dengan ari-ari, selain itu yang perlu diperhatikan saat hamil adalah batasan air ketuban yang diperlukan oleh sang buah hati,” jelas Dokter Huzaimah RS. Hermina, Jakarta.

Menurut Dokter Huzaimah. Batasan air ketuban saat ibu hamil memiliki batasan normal. “Yaitu 10 cm, air ketuban pada awal kehamilan makin lama makin banyak dan puncaknya pada usia kehamilan yang sudah berumur 32 minggu dimana setelah masa kehamilan tersebut air ketuban akan semakin berkurang. Maka saat kehamilan telah mencapai usia lebih dari 32 minggu selalu kontrolah keadaan air ketuban.” 

Manfaat AirKetuban
Cairan berwarna bening ini memiliki banyak kegunaan bagi perkembangan janin dalam rahim. “Air ketuban bermanfaat banyak membantu mobilisasi makanan dan minuman untuk janin, sebagai bukti bahwa sirkulasi darah yang baik dari ibu ke janin, membantu mengetahui keadaan janin didalam rahim dan membantu persalinan sang ibu. Selain menjadi pembantu pemberi asupan makan kepada sang janin fungsi dari air ketuban yaitu untuk membuat bayi bebas bergerak dalam rahim. “Air ketuban sendiri bisa membuat sang janin bebas didalam rahim, hal lainya adalah melindungi janin dari trauma trauma benturan dari luar, menjaga suhu tubuh janin, dan membersihkan jalan lahir sehingga terhindar dari infeksi,” tegas Dokter Huzaimah.



Kekurangan Air Ketuban
Ada beberapa faktor yang dapat menyebabkan air ketuban dapat mengalami kekurangan, yang akhirnya dapat membahayakan janin didalam rahim. Menurut Dokter Huzaimah, ada beberapa faktor yang membuat air ketuban berkurang yaitu. “Dari si ibu itu sendiri seperti, si ibu mempunyai Hipertensi, Diabetes dan penyakit vaskuler lainnya atau penyakit pembuluh darah. Faktor selanjutnya adalah faktor yang disebabkan oleh janin seperti kelainan pada janin yaitu bila janin tidak dapat memproduksi urin maka janin tersebut dapat dikatakan mengalami kelainan pada ginjal, dan ada pula kelainan pada  aluran pencernaan. Faktor yang terakhir ialah faktor dari penyempitan dipembuluh darah diplasenta atau infeksi dipembuluh  arah yang menyebabkan pembuluh darah dari ibu kurang baik yang akhirnya air ketuban itu berkurang,” ungkap Dokter Huzaimah pada Juliete.

Dampak dari kurangnya air ketuban bagi janin yang merupakan cikal bakal bayi yang akan dilahirkan seorang ibu bisa menyebabkan kecacatan atau kesulitan dalam persalinanya. Air ketuban sendiri memiliki banyak manfaat untuk perkembangan janin didalam rahim, namun bila air ketuban itu mengalami pengurangan ukuran dari normalnya yaitu 10 cm maka dapat manfaat air ketuban dapat berubah menjadi suatu yang berbahaya bagi sang janin itu sendiri.

Mengenai bahaya kekurangan air ketuban Dokter Huzaimah berpendapat bila hal itu terjadi maka janin yang dikandung oleh sang ibu akan berakibat buruk, yaitu meninggal dunia dengan tiba-tiba. Selain hal tersebut dokter Huzaimah menyebutkan. “akan menganggu perkembangan paru yang tidak baik bagi sang janin atau mengalamin Hipoplasi paru, dan dampak lainnya adalah apabila air ketuban kurang maka janin akan mengalami pengerutan rahim yang mengakibatkan janin tidak dapat berkembang sebagaimana mestinya atau si janin dapat tertekan oleh rahin si ibu, sehingga menganggu perkembangan tulang bayi saat berada didalam rahim sang ibu. Dampak dari semua ini bisa buruk, bahkan akan membuat cacat bagi sang janin, jika tulangnya tidak berkembang secara maksimal,” jelas Dokter Huzaimah.

Sehingga disarankan bagi para ibu yang sedang mengandung untuk banyak mengkonsumsi air putih, makanan yang bergizi dan penuh protein. “Pentingnya air putih dapat menghindari dehidrasi pada saat kehamilan, minum air putih yang cukup sama saja dengan menjaga kekurangan air ketuban, Sehingga si janin bisa berkembang dengan baik didalam rahim sang ibu,” ujar Dokter Huzaimah mengakhiri perbincangan.


Berikut beberapa manfaat
air ketuban yang dibutuhkan oleh sang janin:
1. Air ketuban bermanfaat untuk memberi perlindungan pada proses perkembangan dan pertumbuhan janin.
2. M enjadi pelindung bagi janin dari gangguan atau infeksi, yang menyebabkan trauma dari luar.
3. M enjaga ke stabilan suhu, sehingga membuat janin didalam tubuh nyaman.
4. M embuat si janin dapat bergerak bebas.
5. M embantu perkembangan paru-paru janin berkembang dengan baik.
6. M elapisi kedua sisi membran timpanik pada telinga janin, sehingga bunyi dari luar bisa masuk dari telingga luar ke telinga dalam.



Tuliskan Komentar
Nama:
Email:
Komentar:
*Max : 255 Karakter
 
*Silahkan mengisi kode pengaman yang sesuai dengan gambar di atas.
 
 
 
Follow us on






Download Majalah JulietMagz
Edisi November-Desember 2016

Download gratis majalah JulieteMagz Edisi November-Desember 2016


Copyright © 2013, www.julietemagz.com