Connect with us

WOMEN ZONE

Inovasi Pengobatan Kanker Payudara HER2-Positif

Avatar

Published

on

Inovasi Pengobatan Kanker Payudara HER2-Positif

JulieteMagz.com – Sampai saat ini kanker payudara masih menjadi momok yang menakutkan bagi masyarakat, bukan hanya di Indonesia tapi juga di seluruh dunia. Bahkan di Indonesia sendiri kanker payudara menjadi salah satu kanker terbanyak yang dialami di Indonesia dan penyebab kematian nomor 2.

Kanker payudara muncul ketika sel-sel kanker tumbuh pada kelenjar susu, saluran payudara, dan jaringan ikatnya.

Meski begitu antara satu orang dengan orang lainnya yang menderita kanker payudara, bisa saja memiliki jenis kanker yang berbeda. Sebab ternyata kanker payudara terbagi dalam beberapa tipe, salah satunya adalah tipe HER2-positif.

Dikatakan Dr. dr. Andhika Rachman, SpPD-KHOM, sebanyak 22,8% pasien kanker di Indonesia menderita kanker payudara jenis HER2-positif.

“HER2-positif merupakan kanker yang paling ganas, dan perilakunya cepat menyebar. Kanker jenis ini ditemukan pada usia yang lebih muda dibanding tipe lainnya,” lanjutnya.

Pasien yang menderita kanker payudara HER2-positif banyak dialami oleh perempuan di usia produktif, yakni antara 22-55 tahun.

Lebih lanjut dijelaskan bahwa 60-70% pasien kanker payudara ditemukan berada pada stadium lanjut. Sehingga deteksi dini merupakan hal paling penting, sebab dapat memperbesar peluang terapi pengobatan.

“Bagi pasien kanker payudara HER2-positif stadium lanjut, tujuan pengobatannya adalah untuk mengendalikan penyakitnya sehingga pasien dapat memiliki harapan dan kualitas hidup yang lebih baik,” terang dr. Andhika.

Salah satu obat kanker payudara adalah Trastuzumab Emtasine, yaitu antibody-drug conjugate yang bekerja sebagia obat tunggal yang mensinergikan kemoterapi dan terapi target dalam satu obat.

Obat ini dirancang untuk menargetkan protein HER2 secara spesifik dan juga menghancurkan sel kanker dari dalam sel kanker itu sendiri. Hal ini akan mengurangi kerusakan pada jaringan sel normal lainnya sehingga mengurangi efek samping akibat komponen kemoterapinya.

‘Rata-rata efek sampingnya manageable. Seperti efek samping mual muntah yang biasa muncul setelah kemoterapi tidak terlalu terasa. Begitupun efek samping yang general seperti penurunan sel darah putih atau diare, yang terasa lebih ringan,” ungkap dr. Andhika.

Diharapkan, pasien kanker di Indonesia dapat mengakses pengobatan kanker payudara HER2-positif secara optimal, termasuk pengobatan inovatif untuk kanker. AS

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

5 + 20 =

Trending

Copyright Juliete Magazine 2018. All Right Reserved