Connect with us

WOMEN ZONE

Smart IVF Solusi Pasangan Yang Ingin Memiliki Buah Hati

Program Bayi tabung pintar atau SMART IVF memiliki beberapa keunggulan.

Published

on

Smart IVF Solusi Pasangan Yang Ingin Memiliki Buah Hati
Jumpa Pers Seminar Smart IVF. FOTO : AS

JulieteMagz.com – Pembangunan generasi sehat Indonesia melalui layanan kesehatan reproduksi saat ini telah menunjukkan kemajuan, namun pada kenyataannya masih terdapat kesenjangan antara kebutuhan terhadap layanan reproduksi dengan layanan aktual yang ada.

Keterbatasan akses, kurangnya tenaga ahli, serta kebutuhan akan biaya yang tinggi merupakan beberapa permasalahan utama yang di hadapi. Upaya meningkatkan kuantitas dan kualitas pendidikan dan pelatihan tenaga kesehatan dan pasien, akses pasien, advokasi pemerintah, kualitas pelayanan klinik bayi tabung (In Vitro Fertilization atau IVF) serta laboratorium dengan teknologi terdepan merupakan langkah-langkah penting dalam penanganan gangguan kesuburan di Indonesia.

Prof. Dr. dr. Budi Wiweko, SpOG(K), MPH selaku pendiri SMART-IVF sekaligus Presiden Perhimpunan Fertilisasi in Vitro Indonesia (PERFITRI), dalam sambutannya mengemukakan, “Berdasarkan laporan IA-IVF tahun 2017, dari sejumlah 9122 siklus bayi tabung yang dilakukan pada tahun 2017 di Indonesia, terdapat 2467 siklus yang menghasilkan kehamilan. Persentasi kehamilan yang terbesar terdapat pada usia < 35 tahun, yaitu sebesar 17.46%, disusul dengan kehamilan pada usia 35-37 tahun (6.01%), usia 38-40 tahun (3.49%), 41-42 tahun (1.16%), dan yang paling rendah pada usia >42 tahun (1%).”

“Program Bayi tabung pintar atau SMART IVF memiliki beberapa keunggulan yang diperlukan dalam klinik bayi tabung. Di era kedokteran presisi (precision medicine), SMART-IVF selalu melakukan aktualisasi metode dan teknologi dalam penanganan infertilitas, dengan menjadikan berbagai hasil penelitian dalam melakukan pelayanan,” tambahnya diacara Seminar Media SMART-IVF (18/12).

Disisi lain, dr. Yassin Yanuar Mohammad, SpOG(K), MSc, mengatakan Smart IVF, tidak sederhana dan tidak mudah prosesnya, karena sama dengan proses program bayi tabung lainnya yang melewati 8 tahapan.

“Yaitu pemeriksaan USG, hormon, saluran telur dan sperma, penyuntikan obat untuk membesarkan sel telur, penyuntikan obat penekan hormon, pengambilan sel telur, pembuahan, pengembangan embrio, penanaman embrio serta tahap menunggu hasil. Namun dengan konsep ini, biaya yang diperlukan lebih terjangkau dan dengan demikian kami berharap banyak pasutri yang menginginkan keturunan melalui program bayi tabung dapat terbantu,” AS

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

3 + 14 =

Trending

Copyright Juliete Magazine 2018. All Right Reserved