Connect with us

KIDS ZONE

Tantrum Pada Anak, Berikut Tips Mengatasinya

Teriakan keras, memukul ataupun melempar sesuatu dengan sembarang, menjadikan orangtua sedih dan bahkan menghentikan tantrum anak dengan cara keras.

Published

on

anak tantrum
Ilustrasi Anak Tantrum. FOTO : medium.co

JulieteMagz.com – Bagi sebagian orangtua, kondisi anak menangis atau yang dalam ilmu kedokteran dikenal dengan bahasa tantrum sering membuat orangtua kebinggungan untuk mengatasinya. Teriakan keras, memukul ataupun melempar sesuatu dengan sembarang, menjadikan orangtua sedih dan bahkan menghentikan tantrum anak dengan cara keras.

Lantas bagaimana sebaiknya menghadapi situasi tersebut.? Berikut ini beberapa tips mengatasi anak tantrum :

1. Komunikasi.

Selalu melatih anak untuk meningkatkan dan mengembangkan kemampuan komunikasi dua arah. Ungkapkan kepada anak bahwa ketika mereka menjelaskan isi hatinya, orang lain akan lebih memahami keinginan mereka. Di saat mereka sedih, takut, khawatir dan marah, mereka tetap diperbolehkan menangis untuk melepaskan emosi negatifnya.

Namun, apabila perasaan sudah lega, mereka dapat bicara sesuka hati dan percaya bahwa segala keluh kesah yang ingin diceritakan pasti akan didengarkan. Komunikasi antara orangtua dan anak atau disebut sebagai komunikasi dua arah tentu akan memberikan dampak positif. Anak dan orangtua bisa saling berdiskusi dan menemukan jalan tengah atau solusi jika keinginan anak ataupun keinginan orangtua saling berseberangan.

2. Demokratis.

Bersikap demokratis dalam mendidik anak. Usahakan mempertahankan sikap seimbang. Artinya, jangan terlalu memanjakan dan jangan terlalu otoriter. Pola asuh seperti ini sebaiknya diterapkan kepada anak sejak usia dini. Orang tua harus bersikap terbuka untuk mendengarkan keinginan anak. Jika keinginan tersebut merupakan hal yang baik bagi anak, orang tua bisa mewujudkannya.

Sebaliknya, katakan tidak jika keinginan atau harapan anak memang tidak bisa dipenuhi atau tidak disarankan. Jelaskan dengan bijak alasannya dan hindari menjelaskan dengan emosional. Hal ini akan membantu anak mengembankan rasa aman, memiliki kemandirian, rasa inisiatif hingga kemampuan mengontrol diri yang baik. AS

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

four × two =

Trending

Copyright Juliete Magazine 2018. All Right Reserved